Pada suatu masa ciee tersebutlah sepasang kekasih yang menginginkan sebuah kehidupan dalam kebersamaan mereka berdua selamanya!

Si lelaki karena merasa ganteng begitu pede nya merasa bahwa si perempuan gak akan lari darinya. Dia berfikir menurut teori yang pernah dia pelajari bahwa jika segala kebutuhan tentang laki-laki telah tercukupi untuk si perempuan darinya, kebutuhan kasih sayang, perhatian, ekonomi, sex dll.

Si perempuan begitu bahaganya menemukan sosok lelaki yang bisa dijadikan panutan, pegangan, guru juga keren diajakin jalan hihihi

Pernah suatu ketika si perempuan berucap pada si lelaki, adek itu menemukan mas seperti mendapatkan permata berlian yang jatuh dari langit. Terang aja hal itu terucap dari si perempuan, karena memang selama hidupnya dia merasakan tersisih dari pergaulan, terutama dari lain jenis karena sedikit kekurangan darinya hmmmm…

Dan si lelaki sering juga berucap, dek.. beda cinta, suka ama benci itu tipis wuih keluar deh jurus lelaki dari si lelaki tersebut.

Bla bla bla.. mereka memasuki tahap untuk lebih serius dalam hubungan mereka. Muncullah aneka pertentangan, perbedaan pendapat termasuk dari sisi orang tua masing-masing.

Orang tua si perempuan menentang keras, karena anak perempuannya masih sekolah, dan sosok si lelaki dimata orang tua si perempuan dipandang kurang begitu berprospek karena si lelaki hanya berprofesi sebagai guru ngaji.

Dan dari sisi keluarga si lelaki, orangtuanya memandang bahwa calon anaknya tidak kufu alias sepadan ( kufu ) untuk bersanding dengan anaknya, juga keluarga mereka huff…

Keluarga si perempuan dari kalangan pebisnis, sedangkan keluarga si lelaki hanya berasal dari lingkungan pesantren.

Si lelaki yang telah memasuki usia kepala 3 ngotot untuk menikahi pujaan hatinya secepatnya, dia begitu pede bakal diterima, karena dia punya segudang modal dan harapan untuk bisa membahagiakan si perempuan.

Bla bla bla…

Mereka harus selesai alias putus alias broke hubungan mereka maksud ane karena pihak keluarga si perempuan menentang keras niatan si lelaki untuk menikahi anaknya secepatnya.

Dengan alasan anaknya masih kuliah dan si lelaki dipandang kurang bisa membahagiakan anaknya kelak.

Buyarlah harapan mereka berdua, rusaklah mimpi dan janji-janji mereka berdua.

Jangankan sehidup semati, untuk bertemupun mereka sekarang tidak bisa. Dan anehnya, si perempuan yang dulu menyanjung memuja sepenuh hati kepada si lelaki, berubah menjadi benci plus murka jika mengingat sosok idamannya dulu.

 

Quote of this story :

☻ Beda benci ama cinta itu tipis, so jangan terlalu mengumbar perasaan jika kita belum mendapatkan sebuah ikatan resmi dari agama maupun negara

☻ Ekonomi atau karir atau uang adalah penting sebagai modal untuk menaklukkan calon mertua

☻ Tidak semua masyarakat kita menghormati golongan pemuka agama, entah karena perbuatan segelintir oknum yang mengaku pemuka agama atau karena golongan masyarakat kita yang kurang ilmu sehingga tidak menggubris kehidupan setelah mati (?)

☻ Carilah pasangan dengan awal tanpa cinta atau nafsu, karena ketika cinta atau nafsu sudah menyetubuhi otak, kita akan kesulitan melepaskan diri dan berfikir positif dalam hal mengambil keputusan ( menikahi atau… )

☻ Kufu alias sepadang memang sebuah tips jitu yang telah diajarkan oleh junjungan kita Kanjeng Nabi Muhammad SAW ketika kita memulai mencari sebuah pasangan. Coz jika satu tips sekufu / sepadan terpenuhi, jalan dari kehidupan rumah tangga itu akan enak.

About Mr President

hambaNya, suami istri tercinta Farah Fauziya, ayah anak tersayang Muhammad Husain Athoillah & Ahmad Abid Manshur

dicomment dunk :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s