barang siapa yang
dapat merasakan buah amal ibadahnya di dunia, itulah tanda
diterimanya amal ibadahnya itu di akhirat

Buah dari amal ibadah kita itu
dijelaskan di dalam Kitab Al Hikam karangan Syeikh Ahmad Bin
Muhammad Ataillah
ada dan nyata dapat dirasakan oleh kita ( si
pengamal ) di dunia ini. Buah dari amal ibadah di dunia itu dapat
dirasakan manis dan lezatnya. Hal ini dapat diketahui dari kelezatan
dan kenikmatan di waktu seorang hamba melaksanakan ibadah-ibadahnya.

Salah satu cara untuk bisa menikmati
kelezatan dari buah amal kita adalah dengan melakukannya dengan
sepenuh hati, penuh ketaatan, hanya berharap keridlaan dari Allah
Sang Penguasa Segalanya, dan terus-menerus tanpa ada kenal rasa
lelah.

Amal dilakukan bukan sebagai perwujudan
kita untuk mencari pahala atau surganya, tapi memang sudah seharusnya
kita lakukan sebagai seorang hamba, dan kita lakukan sebagai
perwujudan rasa tunduk kita kepadaNya.

Suatu amal akan ditolak dan tidak akan
terasa hawalahnya jika amal tersebut masih tercampur dengan
kehendak lain seperti riya’ dan ujub.

Maka marilah kita tanyakan pada
diri kita sendiri, apakah kita sudah merasakan keindahan, kenikmatan,
kelezatan dari buah amal kita masing-masing?

Semoga bermanfaat ( diambil dari Al Hikamnya Syekh  Ahmad Ataillah
bab BUAH AMAL IBADAH)

About Mr President

hambaNya, suami istri tercinta Farah Fauziya, ayah anak tersayang Muhammad Husain Athoillah & Ahmad Abid Manshur

Comments are closed.