Akhirnya semuanya terlihat dengan jelas. Walaupun sebenernya dari kemaren juga sudah terlihat jelas sinyal ketidakmungkinan, tetapi dasar manusia :p maunya mencari yakin yang seyakin-yakinnya.
    Dan Alhamdulillah keyakinan itu bisa memuncak dan berujung sebuah "kebahagiaan". Kenapa bahagia karena Alhamdulillah masih dilindungi dan dihindarkan dari "keburukan" yang lebih dalam. Maaf saja jika dari sisi ini didefinisikan dengan keburukan, karena memang dipandang akan bisa membuat "sisi sini" akan menjadi semakin "terpuruk" dan jauh dariNya.
    Perjalanan pencarian jati diri kadang tidak bisa dinilai dengan waktu, tempat, terkurasnya pikiran dan uang. Setiap perjalanan anak manusia memerlukan kepintaran dalam pengambilan keputusan akhir. Semua harus dipertimbangkan baik buruknya, untung ruginya. Sebagai sebuah perjalanan yang memang kudu dijalani oleh setiap anak manusia, karena perjalanan ini adalah salah satu dari tiga ketentuan yang memang di "titah" olehNya untuk dilewati, "sisi sini" merasakan sebuah keindahan sejati. Dimana perjalanan pencarian ini membuat "sisi sini" semakin dewasa. Semakin terasah dan terbekali dengan "senjata" untuk melangkah menempuh kehidupan yang lebih nyata dan "berbahaya".
    Walau sempat ketika racun menyetubuhi hati , terkuak sebuah kesedihan, kemarahan, perasaan tercundangi dan tertipu ! Kenapa kok bisa teracuni oleh keindahan semu yang harusnya sangat bisa dihindari. Sangat bisa ditaklukkan tanpa harus mengerahkan setengahingdewo ( :p ). The looser ternyata dengan pintarnya menunjukkan sisi lemah dan mengalahkan "sisi sini".
Is ok, itu semua karena lemahnya hati. Lemahnya hati yang cenderung berlebihan dalam menghadapi permasalahan yang seharusnya membutuhkan kekerasan hati dalam mengambil keputusan.
Abah, mamak memang terlampau pintar dalam meraba sebuah kejadian awal yang akan terjalani oleh kita. Dan bodohnya "sisi sini" memaksakan diri untuk mencari keyakinan dari sisi lain. Dengan segala pertimbangan tentunya.
    Sudahlah, semua sudah terjadi. Dan teringat niat suci di awal perjalanan ( baca = setengah episode ) ini. Semoga hal itu yang bisa membikin kita kuat, dan tetap tersenyum dengan hasil akhir dari satu babak ini. Dan Alhamdulillah segala puji memang seharusnya hanya untuk Dia sang Maha Kasih, semua karena kehendakNya, semua karena cintaNya kepada kita, kepada "sisi sini".
    This day, i start my new day again. Gak ada kata terlambat, karena perjalanan masih sangat panjang. Pencarian masih terbuka lebar. Semua tergantung kita dalam menyikapi permasalah ini. "sisi sini" masih sangat muda, masih sangat lugu, masih teramat bodoh untuk menghadapi "racun-racun" dan tipu daya iblis laknatullah !! Yuk bersama belajar dan terus belajar menghadapi segala kemungkinan yang akan menghadang langkah kita.
    Bismillah

About Mr President

hambaNya, suami istri tercinta Farah Fauziya, ayah anak tersayang Muhammad Husain Athoillah & Ahmad Abid Manshur

dicomment dunk :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s