Nabi Muhammad bersabda :
Yang sangat aku khawatirkan atas
kamu ialah syirik yang terkecil

Sahabat bertanya : “Apakah syirik
yang kecil itu ya Rasulullah
?”
Jawab nabi SAW : “Riyaa”.
Pada hari pembalasan kelak Allah
berkata kepada mereka, Pergilah kamu kepada orang-orang yang dahulu
kamu beramal karena mereka di dunia, lihatlah disana kalau-kalau kamu
mendapatkan kebaikan dari mereka

Na’udzubillah….

Riyaa adalah beramal untuk dilihat
orang, dipuji orang. Beramal yang bukan iklas lillah karena Allah,
tapi karena ada tendensi lain.

Seorang ahli hikmat berkata :
Perumpamaan orang yang beramal dengan riyaa itu bagaikan
seorang yang keluar ke pasar dan mengisi kantongnya dengan baru
kerikil, sehingga orang-orang akan melihat betapa penuhnya kantongnya
dan terkagum-kagum. Tetapi sama sekali tidak berguna penuhnya kantong
itu dengan batu, karena tidak bisa digunakan untuk membeli apapun

Demikian pulalah orang beramal dengan
riyaa, tidak akan mendapat balasan apa-apa di hari pembalasan kelak.

Sebagaimana firman Allah SWT dalam
surat Al Furqan ayat 23, “Dan Kami periksa semua amal perbuatan
mereka, lalu Kami jadikan debu yang berhamburan

Ciri ciri riya menurut Imam Ali bin Abi
Thalib Kr W ada empat, yaitu
:

  • Malas beramal jika sendirian tanpa
    dilihat orang

  • Cekatan beramal jika banyak orang
    yang melihat

  • Menambah amalnya jika dipuji

  • Mengurangi / jadi malas jika
    dicela

Auf bin Abdullah berkata :

  • Siapa yang beramal untuk akhirat
    maka Allah SWT akan mencukupi kebutuhan dunianya.

  • Siapa yang memperbaiki hubungannya
    dengan Allah SWT maka Allah SWT akan memperbaiki hubungannya dengan
    sesama manusia

  • Dan siapa yang memperbaiki
    hatinya, maka Allah SWT akan memperbaiki lahirnya ( bentuk
    jasmaninya )

Abul Laits berkata : Siapa yang ingin
mendapat pahala amalnya di akhirat, maka harus beramal ( baca :
mengerjakan kebaikan ) dengan ikhlas hanya karena mengharap ridlo
Allah SWT semata. Kemudian melupakan amal itu supaya tidak dirusak
oleh rasa ujub ( bangga diri ). Sebab memang menjaga ta’at itu lebih
berat daripada mengerjakannya
.

Wallahu a’lam

Semoga kita diselamatkan serta
dijauhkan Allah SWT dari sifat riyaa yang bisa menipu dan merugikan
kita, semoga amin…

About Mr President

hambaNya, suami istri tercinta Farah Fauziya, ayah anak tersayang Muhammad Husain Athoillah & Ahmad Abid Manshur

dicomment dunk :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s